Showing posts with label KTI BIDAN 2014. Show all posts
Showing posts with label KTI BIDAN 2014. Show all posts

Sunday, November 16, 2014

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) memprediksikan bahwa 15 % ibu hamil dapat mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa. Faktor    penting    dalam mengurangi mortalitas maternal ialah memiliki tenaga kesehatan yang terampil saat persalinan. Pada tahun 2010 di Negara ASEAN hanya        Singapura yang mencapai AKI <15 yaitu 3 per 100.000 kelahiran hidup. Brunei Darussalam, Filiphina, Malaysia, Thailand dan Vietnam memiliki AKI 15-199 per 100.000 kelahiran hidup dan Kamboja, Laos, Myanmar dan Indonesia memiliki AKI 200-499 per 100.000  kelahiran hidup. Menurut data yang diperoleh tahun 2013 jumlah ibu hamil di --- sebanyak 7.201 orang dengan cakupan K1 sebanyak 6.987 orang (97 %), cakupan K4 sebanyak 6.906 orang (95,9 %).

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Kecamatan Pelepat --- yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 45 responden dengan menggunakan teknik total sampling.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester III di Kecamatan    Pelepat --- yaitu ibu berpengetahuan cukup sebanyak 26 responden (57,8 %). Ibu berpengetahuan cukup dengan kelompok umur 20-35  tahun sebanyak 20 responden (44,4 %), ibu berpengetahuan cukup dengan  pendidikan dasar sebanyak 24 responden (53,3 %) dan ibu berpengetahuan cukup tidak bekerja sebanyak 25 responden (55,6 %).


Kata Kunci                  : Pengetahuan, Tanda-Tanda Bahaya
Daftar Pustaka             : 14 (2008 – 2013)



ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN IN DANGER SIGNS OF PREGNANCY TRIMESTER III 

Background: The World Health Organization (WHO) predicts that 15% of pregnant women may experience life-threatening complications. Important factor in reducing maternal mortality is to have a skilled health worker during childbirth. In 2010 at the Singapore ASEAN countries only achieve MMR <15, which is 3 per 100,000 live births. Brunei Darussalam, the Philippines, Malaysia, Thailand and Vietnam have AKI 15-199 per 100,000 live births and Cambodia, Laos, Myanmar and Indonesia have AKI 200-499 per 100,000 live births. According to the data obtained in 2013 the number of pregnant women in Kabu-patent as many as 7,201 people --- with as many as 6,987 people K1 coverage (97%), as many as 6,906 people K4 coverage (95.9%).



Methods: This study used the descriptive quantitative research that would only describe specific variables and frequency distributions are presented in the table. Subdistrict Pelepat Bungo conducted in November 2013 to June 2014. Samples used by 45 respondents using total sampling technique.



Results: It was found that the results of the frequency distribution of maternal knowledge about danger signs in the third trimester of pregnancy in the District --- is knowledgeable enough mothers were 26 respondents (57.8%). Mother knowledgeable enough with the 20-35 year age group by 20 respondents (44.4%), mother knowledgeable enough with basic education as much as 24 respondents (53.3%) and those not knowledgeable enough to work as many as 25 respondents (55.6%).

                                                                                              
Keywords                    : Knowledge, Danger Signs
Literature List              : 14 (2008 – 2013)


HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI TERHADAP PEMBERIAN PASI PADA BAYI UMUR ≤ 6 BULAN


ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI TERHADAP
PEMBERIAN PASI PADA BAYI UMUR ≤ 6 BULAN

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama bayi yang sangat baik dan tidak ada tandingannya dibandingkan susu formula termahal di pasaran. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan pada tahun 2012, pemberian ASI eksklusif baru 37%. Sementara jumlah bayi 0-6 bulan yang diberikan susu botol juga cenderung meningkat dari tahun 2002 (17%), dan pada tahun 2012 yaitu menjadi 29%. Presentase bayi usia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2012 di Provinsi ---mencapai 48,7%. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Bungo pada tahun 2011 hanya mencapai 27,9%. Pada tahun 2013 cakupan ASI eksklusif di Puskesmas --- I mencapai 58,67%. Berdasarkan survei awal, jumlah ibu menyusui yang memiliki bayi umur ≤ 6 bulan  pada bulan Desember 2013 berjumlah 43 orang. 

Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Tekhnik sampling menggunakan total sampling yaitu semua populasi menjadi sampel sebanyak 30 ibu. 

Hasil Penelitian : Hasil penelitian dari 30 responden didapatkan bahwa sebagian besar ibu berpengetahuan kurang sebanyak 19 responden (63.3 %). Distribusi Frekuensi Pemberian PASI pada bayi umur ≤ 6 bulan di Puskesmas Pembantu Lingga --- yaitu sebagian besar ibu memberikan PASI sebanyak 18 responden (60.0 %). Setelah dilakukan analisis maka didapat nilai    p value = 0.162 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan  ibu tentang ASI terhadap pemberian PASI pada bayi umur ≤ 6 bulan di Puskesmas Pembantu --- tahun 2014.

Kata Kunci : Pengetahuan, ASI, Pemberian PASI
Daftar Pustaka : 28 (2005-2014)


ABSTRAK

RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE ABOUT GIVING PASI
 BREASTFEEDING IN INFANTS AGE ≤ 6 MONTHS 

Background: Mother's Milk (ASI) is a baby's main food is excellent and unmatched formula than the most expensive on the market. Data from the World Health Organization (WHO) show in 2012, a new exclusive breastfeeding 37%. While the number of babies 0-6 months given milk bottles also tended to increase from 2002 (17%), and in 2012, namely to 29%. Percentage of infants aged 0-6 months who were exclusively breastfed in 2012 in Jambi Province reached 48.7%. Coverage of exclusive breastfeeding in --- in 2011 was only 27.9%. In 2013, coverage of exclusive breastfeeding in the first Community Health Center Yellow Kuamang reached 58.67%. Based on the initial survey, the number of nursing mothers with infants aged ≤ 6 months in December 2013 amounted to 43 people.

Methods: This study used survey research methods Cross sectional analytic approach. Sampling using sampling techniques, namely the total population being sampled all 30 mothers.

Results: The results of 30 respondents found that most mothers are less knowledgeable many as 19 respondents (63.3%). Frequency distribution of Giving PASI in infants ≤ 6 months of age in health center --- Linga ie most mothers give as much PASI 18 responders (60.0%). After analyzing the obtained p value = 0.162, it can be concluded that there is no relationship to the mother's knowledge about breastfeeding PASI administration in infants aged ≤ 6 months at the health center Linga --- 2014.

Keywords : Knowledge, breastfeeding, provision of PASI
Literature List : 28 (2005-2014)


Saturday, November 15, 2014

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG STERILISASI ALAT KESEHATAN


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG STERILISASI ALAT
KESEHATAN

Latar Belakang:. Sterilisasi merupakan suatu tindakan untuk membunuh kuman patogen dan apatogen beserta sporanya pada peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara merebus,stoom,panas tinggi atau menggunakan bahan kimia. sterilisasi merupakan upaya pembunuhan atau penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang dilakukan di rumah sakit melalui proses fisik maupun kimiawi. tujuannya untuk membunuh semua mikroorganisme termasuk bakteri indospora.

Metode Penelitian: ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas --- yang dilakukan pada bulan November sampai dengan Juni 2014. Teknik yang digunakan yaitu total sampling dengan sampel wanita usia subur sebanyak 39 responden.

Hasil Penelitian: Didapatkan hasil bahwa pengetahuan bidan tentang sterilisasi alat kesehatan yaitu mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (51,3 %), berdasarkan umur yaitu  mayoritas umur 20-35 tahun sebanyak 15 responden (38,5%).  berdasarkan pendidikan yaitu D3 Kebidanan  sebanyak 18 responden (46,2 %), berdasarkan sumber informasi yaitu mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang dengan sumber informasi penyuluhan sebanyak 13 responden (33,3 %).


Kata Kunci                  : Pengetahuan, Bidan, Sterilisasi
Daftar Pustaka             : 17 (2007 – 2013)



ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE OF STERILIZATION EQUIPMENT MIDWIFE
HEALTH


Background:. Sterilization is an action to kill germs and apatogen pato-genes and their spores on treatment and medical equipment by boiling, stoom, using high heat or chemicals. sterilization is an assassination attempt or destruction of all forms of microbial life in the hospital conducted through physical or chemical processes. aim to kill all microorganisms including bacteria indospora.


Methods: This was a descriptive quantitative research is. This research was conducted at the Puskesmas --- conducted in November through June 2014. Technique used is total sampling with a sample of women of childbearing age were 39 respondents. 

Results: It was found that the results of midwife knowledge about health sterilization is less knowledgeable majority of 20 respondents (51.3%), based on the age of majority is the age of 20-35 years by 15 respondents (38.5%). Midwifery education is based on D3 as much as 18 respondents (46.2%), based on the resources that the majority of women have less knowledge with counseling resources by 13 respondents (33.3%).

                                                                                              
Keywords                    : Knowledge, Midwife, Sterilization
Literature List              : 17 (2007 – 2013)


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TENTANG SENAM NIFAS


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TENTANG SENAM
 NIFAS

Latar Belakang : Penelitian World Health Organization (WHO) di seluruh dunia     terdapat Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 500.000 jiwa pertahun. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia seperti    halnya di negara lain adalah perdarahan 60-70%, eklampsia 10-20%, infeksi     10-20%. Ada tiga alasan yang menyebabkan ibu postpartum tidak melakukan   senam nifas setelah persalinan yaitu karena memang tidak tahu bagaimana senam nifas, terlalu bahagia dan yang dipikirkan hanya si kecil, rasa sakit yang membuat ibu tidak melakukan senam nifas. 

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif yaitu   pe-neliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi  frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Empelu wilayah kerja Puskesmas --- yang dilaksanakan mulai dari bulan November 2013 sampai dengan Juni 2014. Sampel yang digunakan yaitu seluruh ibu postpartum di Desa Empelu berjumlah 31 orang.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa distribusi pengetahuan ibu post partum tentang senam nifas berdasarkan umur yaitu pada umumnya ibu memiliki  pengetahuan kurang mengenai senam nifas. Mayoritas ibu berpengetahuan kurang dengan kelompok umur 20-35 tahun. Mayoritas ibu berpengetahuan kurang   dengan pendidikan menengah. Mayoritas ibu berpengetahuan kurang pada ibu yang mendapatkan informasi melalui petugas kesehatan.

Kata Kunci : Pengetahuan, Postpartum, Senam Nifas
Daftar Pustaka : 15 ( 2009 – 2013 )



GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSALINAN LAMA


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSALINAN LAMA

Latar Belakang : Persalinan lama (partus lama) adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam. Komplikasi yang timbul karena perjalanan partus lama adalah   mengalami kelelahan karena tanpa makan dan minum serta berpengaruh pada kondisi janin dalam rahim. Berdasarkan data SDKI pada tahun 2007, distribusi persentase   penyebab kematian ibu melahirkan yaitu, perdarahan 28 %, eklamspsia 24 %, infeksi 11 %, komplikasi masa nifas 11 %, persalinan lama 5 %, abortus 5 %, emboli 3 % dan lain-lain 11 %. Faktor-faktor yang menunjang penyebab kematian ibu dikelompokkan menjadi faktor risiko keterlambatan (tiga terlambat).

Metode Penelitian: yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Rantau Ikil yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014. Jumlah sampel sebanyak 70 responden.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang persalinan lama mayoritas ibu berpengetahuan kurang. Mayoritas ibu berpengetahuan kurang dengan kelompok umur 20-35 tahun. Mayoritas ibu berpengetahuan kurang dengan pendidikan menengah.


Kata Kunci                  : Pengetahuan, Persalinan Lama
Daftar Pustaka             : 13 (2006 – 2014)



GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWI TINGKAT III TENTANG PARTOGRAF


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWI TINGKAT III TENTANG 
PARTOGRAF

Latar Belakang: Menurut data Wolrd Health Organization (WHO) tahun 2008, jumlah bayi BBLR di Mali sebanyak 23 per 1.000 Kelahiran Hidup (KH), Nepal sebanyak 21 per 1.000 KH, Benin 16 per 1.000 KH, Honduras sebanyak 14 per 1.000 KH.        Berdasarkan data provinsi Jambi pada tahun 2007, AKB turun dari 41 kematian per 1.000  kelahiran hidup menjadi 40 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Selain itu juga terjadi penurunan AKB juga terjadi penurunan AKABA. Partograf dapat digunakan untuk memantau kemajuan persalinan kala satu persalinan dan informasi untuk    membuat keputusan klinik. Pengisian sesuai dengan isian lembar partograf.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di Akbid --- yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juli tahun 2014. Penelitian ini mengguna-kan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 64orang.

Hasil Penelitian: Didapatkan hasil bahwa berdasarkan penelitian yang telah diakukan mengenai gambaran pengetahuan mahasiswi tingkat III tentang pengisian partograf di Akbid --- Kabupaten --- tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswi berpengetahuan cukup tentang pengisian partograf.

Kata Kunci : Pengetahuan, Partograf
Daftar Pustaka : 12 (2007 – 2014)



HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWI KELAS X DAN XI TENTANG PER-SONAL HYGIENE DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN PERSONAL HYGIENE


ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWI KELAS X DAN XI TENTANG PER-SONAL HYGIENE DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN
 PERSONAL HYGIENE

Latar Belakang : Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia da-lam memenuhi kebutuhan nya guna untuk mempertahan kan kehidupannya, kese-hatan, kesejahteraan sesuai kondisi kenyataannya faktor yang mempengaruhi per-sonal hygiene dampak fisik dampak. Menurut Depkes RI remaja adalah antara 10 sampai 19 tahun dan belum kawin. Menurut BKKBN adalah 10 sampai 19 tahun. Salah satu dampak dari kurangnya menjaga personal hygiene adalah terjadinya keputihan.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik yaitu pene-liti tidak hanya akan mendeskripsikan saja tetapi sudah menganalisis hubungan antar variabel dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 13 Kabupaten --- yang dilakukan bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2014. Teknik yang digunakan adalah total sampling dengan sampel sebanyak 78 responden. 

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa pengetahuan siswi kelas X dan XI ten-tang personal hygiene di SMA N 13 --- mayoritas siswi berpengetahuan baik sebanyak 47 responden (72,3%). Kepatuhan siswi kelas X dan XI dalam melaku-kan personal hygiene  mayoritas siswi patuh dalam melakukan personal hygiene sebanyak 43 responden (66,2%). Hasil uji statistik dengan chi square  diperoleh P-value = 0,015 yang mana P-value < α (0,05) yang berarti Ha diterima artinya ada hubungan pengetahuan siswi kelas X dan XI tentang personal hygiene dengan kepatuhan dalam melakukan personal hygiene di SMA Negeri 13 Tebo tahun 2014.


Kata Kunci : Pengetahuan, Personal Hygiene, Kepatuhan
Daftar Pustaka : 17 (2007 – 2014) 



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE


ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL
DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE

Latar Belakang : World Health Organisation (WHO) memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Cakupan pelayanan K1 dan K4   mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2011, pada tahun 2012 K1 (96,9 %) sedangkan tahun 2011 (93,0 %) dan K4 tahun 2012 dan 2011    (92,2 %). Cakupan K1 sudah sesuai dengan target Millenium Development Goal’s (MDG’S) yaitu 95 % sementara K4 masih belum sesuai dengan target MDG’S yaitu 90 %. Dari hasil data Dinas Kesehatan Kab.--- tahun 2013 jumlah ibu hamil sebanyak 7.201 ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama pelayanan antenatal tidak meneruskan hingga kunjungan keempat pada trimester III, sehingga kehamilanya  tidak dapat dipantau oleh petugas kesehatan.

Metode Penelitian: Penelitian ini adalah analitik yaitu penelitian yang mencoba  menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Penelitian ini     di-lakukan di Puskesmas Pembantu Desa Sungai Mengkuang Kabupaten --- yang dilakukan pada bulan Januari sampai Mei tahun 2014. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan sampel sebanyak 59 responden. Analisis yang digu-nakan adalah chi square.

Hasil Penelitian : Tidak ada hubungan yang bermakna antara  umur, pendidikan, parietas dan pekerjaan dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Antenatal Care di Puskesmas Pembantu Desa Sungai Mengkuang Kabupaten --- tahun 2014.


Kata Kunci : Kepatuhan, Ibu Hamil, ANC
Daftar Pustaka : 15 ( 2002 – 2013 )



ABSTRACT

FACTORS AFFECTING COMPLIANCE FOR PREGNANT WOMEN
CHECKING IN ANTENATAL  CARE 

Background: The World Health Organisation estimates that more than 585,000 mothers die annually during pregnancy or childbirth. In 2012 K1 and K4 coverage has decreased compared to 2011, in 2012 K1 (96.9 %), while in 2012 (93.0 %) and K4 (92.2 %), while in 2011 (92.2 %). Converage K1 is in conformity whit the targets of Millenium Development Goal’s (MDG’S) is 95 % while the K4 still does not meet the MDG’S targer is 90 %. From the result of the data Distric Bungo Health Service in 2013 the number of pregnant women as much as 7.201 pregnant women, K1 service as much as 6.987 pregnant women (97,0 %) and K4 scope as much as 6.906 pregnant women (95,9 %), in other words there may be pregnant women who visited antenatal care does not pass on the first to fourth visit in the third trimester, so prenancy can’t be monitored by health officials.                                      
                                                                                                                     
Methods: This study used the analytical research that is trying to explore how and why the health phenomenon occurs. Reserch was conducted in the health center village Mengkuang River --- conducted in January to May 2014. Using accidental sampling white a samples of 59 respondents. Analysis of the in-use is the chi square.

Results: There was significant correlation between knowledge of the compliance of pregnant women in ANC examination. As for age, education and employment parietas no relationship between knowledge of the compliance of pregnant women in ANC checks conducted in the health center village Mengkuang River --- year 2014.


Keywords : Compliance, Pregnant Women, Prenatal Care
Literature List : 15 ( 2002 – 2013 )



HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI KELAS X DAN XI


ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS
 MENSTRUASI PADA SISWI KELAS X DAN XI

Latar Belakang : Gangguan menstruasi merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita yang merupakan sumber kecemasan bagi wanita. Stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar atau ketegangan. Stres adalah suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu tekanan psikologis.  Cakir M et al. dalam penelitiannya menemukan bahwa dismenorea merupakan     gangguan menstruasi dengan prevalensi terbesar (89,5%), diikuti ketidakteraturan menstruasi (31,2%), serta perpanjangan durasi menstruasi (5,3%). Faktor yang membuat ketidakseimbangan hormon-hormon seks tersebut antara lain disebabkan oleh tingkat stres, usia, berat badan, aktivitas fisik, genetik dan gizi.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik merupakan      metode penelitian dimana peneliti tidak hanya mendeskripsikan saja tetapi juga     menganalisis hubungan antar variabel dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 13 Kabupaten --- mulai dari bulan November 2013 sampai dengan Juni 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI di SMA N 13 Kabupaten ---, yaitu berjumlah 78 orang menggunakan teknik total sampling.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa stres pada siswi kelas X dan XI di SMA N 13 Kabupaten --- mayoritas memiliki stres ringan sebanyak 49 responden (62,8 %).Gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas X dan XI di SMA N 13 Kabupaten --- mayoritas siswi dengan gangguan siklus menstruasi sebanyak 58 responden (74,4 %). Tidak ada hubungan yang bermakna antara stres dengan gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas X dan XI di SMA N 13 Kabupaten --- tahun 2014.


Kata Kunci                  : Stres, Gangguan Siklus Menstruasi
Daftar Pustaka             : 16 (2002 – 2014)


ABSTRACT

INTERFERENCE WITH THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS
CYCLE MENSTRUAL GRADER ON X AND XI
Background: Menstrual disorders are a common problem in women is a source of anxiety for women. Stress is a disorder or mental and emotional chaos caused by external factors or tension. Stress is a condition or state of the body is impaired psychological distress. Cakir M et al. the research found that dysmenorrhea is menstrual disorders with greatest prevalence (89.5%), followed by menstrual irregularities (31.2%), as well as the extension of the duration of menstruation (5.3%). Factors that make the imbalance of sex hormones, among others, caused by stress levels, age, body weight, physical activity, genetics and nutrition.


Methods: This study used the analytic is a research method in which researchers not only describe but also analyze the relationship between variables and frequency distributions are presented in the table. This research was conducted at the high school N 13 --- ranging from November 2013 to June 2014. Population in this study is the class X and XI students in high school N 13 ---, which amounted to a total of 78 people using a sampling technique.


Results: It was found that the stress on the results of class X and XI student in high school N 13 --- majority had mild stress as much as 49 respondents (62.8%). Disorders of the menstrual cycle on X and XI grade student at SMAN 13 students --- majority with menstrual cycle disorders were 58 respondents (74.4%). There is no significant relationship between stress and menstrual cycle disturbance in class X and XI student at SMAN 13-year-old Tebo 2014.

                                                                                              
Keywords                    : Stress, Menstrual Cycle Disorders
Literature List              : 16 (2002 – 2014)



HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI


ABSTRAK

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA 
REMAJA PUTRI
Latar Belakang : Haid atau menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik endometrium. Di Indonesia angka kejadian   dismenorea  sebesar 64.25 % yang terdiri dari 54,89 % dismenorea primer dan 9,36 % dismenorea sekunder. Status gizi perlu diperhatikan karena status gizi yang kurang dapat mengakibatkan menstruasi lebih lambat dari yang seharusnya. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di SMP N 32 dari 10 remaja, 5 orang remaja mengalami dismenore dari 5 orang remaja tersebut ditemukan 3 orang   remaja dengan gizi kurang.


Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik yaitu peneliti tidak hanya mendeskripsikan saja tetapi juga menganalisis hubungan    antar variabel dan disajikan dalam tabel distribusi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 32 --- Kabupaten --- yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni 2014. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik  total sampling dengan sampel sebanyak 72 orang.



Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa status gizi remaja putri di SMP N 32 --- yaitu remaja putri dengan status gizi normal sebanyak 38 respoonden (52,8 %). Kejadian dismenore pada remaja putri di SMP N 32 --- yaitu   remaja putri yang mengalami nyeri pada saat menstruasi sebanyak 47 responden (65,3 %). Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP N 32 Kabupaten Merangin tahun 2014.



Kata Kunci : Status Gizi, Dismenorea

Daftar Pustaka : 15 (2007 – 2014) 



ABSTRACT

NUTRITIONAL STATUS OF RELATIONSHIP WITH THE INCIDENT DYSMENORRHOEA YOUNG WOMEN

Background: menstruation or menstrual bleeding is a process that occurs periodically or cyclic endometrium. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhoea by 64.25% comprising 54.89% and 9.36% primary dysmenorrhoea secondary dysmenorrhoea. Nutritional status should be considered as lacking in nutritional status can lead to menstrual slower than it should be. Based on the initial survey conducted in SMP N 32 of 10 adolescents, adolescents experience dysmenorrhea 5 of 5 people found the teen 3 teens with malnutrition. 


Methods: used in this study is that researchers are not only analytical but also describe the relationship between the variables analyzed and presented in a  distribution table. This research was conducted at SMP N 32 --- District conducted in November 2013 to June 2014. Sampling this study uses total sampling technique with a sample of 72 people. 



Results: It was found that the results of the nutritional status of adolescent girls in SMP N 32 --- that young women with normal nutritional status respoonden were 38 (52.8%). Incidence of dysmenorrhea in adolescent girls at SMP N 32 --- that young women who experience pain during menstruation by 47 respondents (65.3%). There is no significant relationship between nutritional status with the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls in SMP N 32 Merangin District 2014.



Keywords : Nutritional status, dysmenorrhoea
Literature List : 15 (2007 – 2014)


GAMBARAN PENGETAHUAN SUKU ANAK DALAM TENTANG PERSONAL HYGIENE


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN SUKU ANAK DALAM TENTANG PERSONAL HYGIENE

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit dan kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi serta proses-prosesnya. Masyarakat SAD merupakan bagian dari kelompok masyarakat terasing yang berada di wilayah Propinsi Jambi dengan populasi seluruhnya 2.951 kepala keluarga atau 12.909 orang yang tersebar di tiga kabupaten ---

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa --- yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014.. Teknik yang digunakan yaitu total sampling dengan sampel sebanyak 37 responden.

Hasil Penelitian: Didapatkan hasil bahwa Pengetahuan suku anak dalam tentang personal hygiene yaitu mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 27 responden (73,0 %). Pengetahuan suku anak dalam tentang personal hygiene berdasarkan pekerjaan yaitu mayoritas berpengetahuan kurang dengan pekerjaan petani sebanyak 15 responden (40,5 %). Pengetahuan suku anak dalam tentang personal hygiene berdasarkan sumber informasi yaitu mayoritas berpengetahuan kurang yang mendapatkan informasi melalui petugas kesehatan sebanyak 19 responden (51,4 %).


Kata Kunci                  : Suku Anak Dalam, Personal Hygiene
Daftar Pustaka             : 15 (2008 – 2014)


ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE IN THE RATE OF PERSONAL HYGIENE CHILDREN 

Background: Reproductive health is a state of complete physical, mental and social whole and not merely the absence of disease and weakness in all matters relating to the reproductive system and to its functions and processes. SAD Society is part of a group of indigenous people who were in the area of Jambi province with total population of 2,951 households or 12,909 people, spread across three districts, ---.


Methods: used in this research is descriptive quantitative research that investigators would describe only specific variables and frequency distributions are presented in the table. This research was conducted in the Central District of --- in November 2013 to June 2014 .. The technique used is total sampling with a sample of 37 respondents.


Results: It was found that results in the child's tribal knowledge about personal hygiene are less knowledgeable majority of 27 respondents (73.0%). Knowledge of tribal children in personal hygiene by the majority of the work that is less knowledgeable farmers to work as many as 15 respondents (40.5%). Knowledge of tribal children in personal hygiene by the majority of resources are less knowledgeable workers who get health information through as many as 19 respondents (51.4%).

                                                                                              
Keywords                    : Spare the Child Within, Personal Hygiene
Literature List              : 15 (2008 – 2014)



GAMBARAN PENGETAHUAN SUKU ANAK DALAM TENTANG ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA SUNTIK


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN SUKU ANAK DALAM TENTANG ALAT
KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA SUNTIK

Latar Belakang: Metode Keluarga Berencana suntik menjadi bagian Keluarga Berencana nasional dan peminatnya  semakin meningkat. Tingginya minat pemakaian alat kontrasepsi Keluarga Berencana suntik disebabkan karena alat kontrasepsi ini aman, sederhana, efektif, dan dapat dipakai pasca persalinan. Efek samping tersebut diantaranya perubahan pola menstruasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola menstruasi pada akseptor suntik 1 bulan cenderung normal, sedangkan pola menstruasi pada akseptor suntik 3 bulan cenderung mengalami gangguan. Masyarakat Suku Anak Dalam merupakan bagian dari kelompok masyarakat terasing yang berada di wilayah Propinsi Jambi.

Metode Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif  dilaksanakan di Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014. Teknik yang digunakan yaitu accendental sampling dengan sampel wanita usia subur sebanyak 33 responden.

Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian bahwa pengetahuan suku anak dalam tentang suntik 1 bulan dan 3 bulan yaitu mayoritas  berpengetahuan cukup sebanyak 18 responden (54,4 %), berdasarkan paritas yaitu mayoritas berpengetahuan kurang yaitu ibu multipara sebanyak 9 responden (27,3 %), berdasarkan informasi yaitu mayoritas berpengetahuan kurang yaitu ibu yang mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sebanyak 14 responden (42,2 %).


Kata Kunci                  : Pengetahuan, KB suntik
Daftar Pustaka             : 16 (2002 – 2014)



ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE OF TOOLS IN CHILD RATE
CONTRACEPTIVE INJECTION OF FAMILY PLANNING

Background: Method Family of Berencana inject to become part of Family of Berencana national and his/its enthusiast progressively mount. Enthusiasm height usage of Family intrauterine device of Berencana inject to be caused by intrauterine device is peaceful, simple, effective, and can wear by copy pasca. The side effects among others change of pattern menstruate. Result of the research indicate that pattern menstruate [at] acceptor inject 1 months tend to normally, while pattern of men-struasi at acceptor inject 3 months tend to to experience of trouble. Society Tribe Child In representing the part of detached society group which reside in Province region of Jambi.

 This Method Research is quantitative descriptive executed by in Countryside Estuary of Kilis Middle District Strop which is done/conducted in November 2013 up to June year 2014. Used technique that is sampling accendental with fertile age woman sampel counted 33 respondent.

Result of Research: From result of research that knowledge of child tribe in about injecting 1 months and 3 months that is knowledgeable majority enough counted 18 res-ponden ( 54,4 %), pursuant to parity that is knowledgeable majority less that is mother of multipara counted 9 responder ( 27,3 %), pursuant to information that is majority of ber-pengetahuan less that is mother getting information of officer of health of se-banyak 14 responder ( 42,2% .

                                                                                              
Keyword                      : Knowledge, KB injection
Literature List              : 16 (2002 – 2014)


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MENYUSUI TENTANG PENATALAKSANAAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA


ABSTRAK


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MENYUSUI TENTANG

PENATALAKSANAAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA


Latar Belakang: Menyusui adalah suatu cara yang tidak ada duanya dalam pemberian ASI yang sehat serta mempunyai pengaruh biologis dan kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu dan bayi. Menurut data yang diperoleh pada tahun 2012, pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih cukup rendah. Balita berumur   2-4 tahun yang memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan hanya sebesar 40,25 % dimana balita laki-laki berumur 2-4 tahun sebanyak 39,45 %,  sedikit lebih rendah daripada balita perempuan berumur 2-4 tahun yang mendapat ASI eksklusif.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tanjung Aur Seberang (   ) yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik total sampling.

Hasil Penelitian: Didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu menyusui tentang penatalaksanaan pembengkakan payudara yaitu mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 21 responden (58,3 %). Pengetahuan ibu menyusui tentang penetalaksanaan pembengkakan payudara berdasarkan umur yaitu mayoritas berpengetahuan kurang dengan kelompok umur 20-35 tahun    sebanyak 16 responden (44,4 %). Ibu berpengetahuan kurang dengan pendidikan dasar sebanyak 16 responden (44,4 %). berpengetahuan kurang yang tidak bekerja sebanyak 16 responden (44,4 %).



Kata Kunci                  : Pengetahuan, Menyusui, Pembengkakan Payudara
Daftar Pustaka             : 18 (2009 – 2014)


ABSTRACT


DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT BREASTFEEDING 

MANAGEMENT BREAST ENGORGEMENT


Background: Breastfeeding is an unbeatable way to a healthy breastfeeding and have biological and psychological influences unique to the health of the mother and baby. According to the data obtained in 2012, exclusive breastfeeding in Indonesia is still quite low. Toddlers aged 2-4 years who had a history of exclusively breastfed for 6 months only at 40.25% where male toddlers aged 2-4 years as much as 39.45%, slightly lower than female infants aged 2-4 years who received exclusive breastfeeding.


Methods: This study used the descriptive research that would only describe specific variables and frequency distributions are presented in the table. This research was conducted in the village of Tanjung Aur Opposite (   ) in November 2013 to June 2014. Samples used by 36 respondents with technic total sampling.


Results: It was found that the results of the frequency distribution of knowledge on the management of breast-feeding mothers breast swelling is much less knowledgeable majority of 21 respondents (58.3%). Knowledge of nursing mothers on breast swelling penetalaksanaan by age are less knowledgeable with the majority of the age group    20-35 years by 16 respondents (44.4%). Less knowledgeable mothers with primary education by 16 respondents (44.4%). less knowledgeable are not working as many as 16 respondents (44.4%).

                                                                                              
Keywords                   : Awareness, Breast, Breast Swelling
Literature List              : 18 (2009 – 2014)




GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWI TENTANG GIZI PADA BALITA


ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWI TENTANG GIZI PADA BALITA

Latar Belakang : Penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 kematian bayi tertinggi dipegang oleh Cote D’Ivoire sekitar 64 per 1.000 Kelahiran Hidup (KH). Sedangkan tingkat kematian bayi terendah dipegang oleh Iceland, Japan, Singapore sekitar 1 per 1.000 KH. Di (   ) pada tahun 2013, jumlah balita sebanyak 22.823 balita, balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 194 balita (0,85 %), balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 3 balita (0,01 %).

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu peneliti hanya mendeskripsikan atau menggambarkan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian dilaksanakan di Akbid (   ) yang dilakukan bulan November 2013 sampai bulan Juli 2014.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa berdasarkan penelitian yang telah diakukan mengenai Gambaran pengetahuan mahasiswi tentang gizi pada balita di Akbid (   ) tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa   mayoritas mahasiswi berpengetahuan baik.


Kata Kunci                  : Pengetahuan, Gizi, Balita
Daftar Pustaka             : 13 (2003 – 2013)


ABSTRACT

DESCRIPTION OF NUTRITION KNOWLEDGE STUDENT CHILDREN

Background: Research World Health Organization (WHO) in 2004, the highest infant mortality Cote D'Ivoire held by about 64 per 1,000 live births (KH). While the lowest infant mortality rate is held by Iceland, Japan, Singapore about 1 per 1,000 births. (   ) 2013, the number of infants as much as 22 823 infants, toddlers who experience malnutrition as many as 194 infants (0.85%), infants with poor nutrition as much as 3 toddlers (0.01%).


Methods: used in this study was descriptive quantitative research that describe or depict only certain variables and frequency distributions are presented in the table. The experiment was conducted at (   ) in November 2013 until July 2014.


Results: It was found that the results based on the research that has been waged on the description of student knowledge about nutrition in infants (   ) 2014 it can be concluded that the majority of knowledgeable good student.

                                                                                              

Keywords                    : Knowledge, Nutrition, Toddler
Literature List              : 13 (2003 – 2013)



GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA


ABSTRAK

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI
TENTANG KANKER PAYUDARA

Latar Belakang Kanker adalah terjadinya pembelahan sel yang tidak terkendali. Ses-sel tersebut kemudian menyerang dan merusak jaringan biologis lainnya. Diperkirakan jumlah kasus baru tidak kurang dari 1.050.346 pertahun. Dari jumlah itu, 580.000 kasus terjadi di negara maju, sisanya di Negara berkembang. Berdasarkan   estimasi International Agency For Researth on Cancer, pada tahun 2020 akan ada 1,15 juta kasus baru kanker payudara dengan 411.000 kematian. Di Indonesia, berdasarkan data Global burden of cancer (Globocan), kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada perempuan (26 per 100.000) diikuti kanker leher rahim (16 per 100.000).

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 (   ) yang dilakukan pada bulan November 2013 sampai dengan Juni tahun 2014. Penelitian ini menggunakan teknik Simple random sampling dengan sampel sebanyak 50 orang.

Hasil Penelitian: Didapatkan hasil bahwa pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara di SMA N 8 (   ) mayoritas memiliki pengetahuan baik.Pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara berdasarkan sumber informasi di SMA N 8 (   ) mayoritas berpengetahuan baik dengan sumber informasi dari internet. Pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara berdasarkan umur di SMA N 8 (   ) mayoritas berpengetahuan cukup dengan kelompok umur pra pubertas.


Kata Kunci                  : Pengetahuan, Remaja, Kanker Payudara
Daftar Pustaka             : 15 (2008 – 2013)


ABSTRACT

DESCRPTION OF KNOWLEDGE OF ADOLESCENT
BREAST CANCER 


Background: Cancer is a the uncontrolled cell division. Ses-cells are then invade and destroy other biological tissues. Estimated number of new cases per year is not less than 1,050,346. Of that amount, 580,000 ka-sus occur in developed countries, the rest in developing countries. Based on estimates of the Inter-national Agency For Researth on Cancer, by 2020 there will be 1.15 million new cases of breast cancer with 411,000 deaths. In Indonesia, according to the Global burden of cancer (GLOBOCAN), breast cancer is cancer in women (26 per 100,000), followed by cervical cancer (16 per 100,000).



Methods: This study used the descriptive research is only going to describe specific variables and frequency distributions are presented in the table. This research was conducted at SMAN 8 (   ) in November 2013 to June 2014. This study uses Simple random sampling technique to sample as many as 50 people.



Results: It was found that the results of the knowledge of young women about breast cancer in SMA N 8 (   ) majority have good knowledge. Knowledge of young women about breast cancer resources based on SMA N 8 (   ) well with the majority of knowledgeable resources from the internet. Knowledge of young women about breast cancer by age at SMA N 8 (   ) knowledgeable enough with the majority of pre-pubertal age group.
                                                                                              

Keywords                    : Knowledge, Teens, Breast Cancer
Literature List              : 15 (2008 – 2013)



CHANNEL TV

 
Top