Showing posts with label KTI BIDAN 2013. Show all posts
Showing posts with label KTI BIDAN 2013. Show all posts

Tuesday, November 4, 2014

Gambaran Karakteristik Ibu Balita Tentang Pola Makan Anak Balita 6 - 59 Bulan

 ABSTRAK

Gambaran Karakteristik Ibu Balita Tentang Pola Makan Anak Balita 6 - 59  Bulan


Untuk mencapai tumbuh kembang yang baik diperlukan nutrisi yang adekuat. Makanan yang kurang baik secara kualitas maupun kuantitas akan menyebabkan gizi kurang. Keadaan gizi kurang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, khusus pada perkembangan dapat mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi otak. Pada tahun 2011 jumlah kasus gizi buruk ditemukan dan ditangani   di (   ) sebanyak 48 kasus. (   ) menduduki urutan empat terbesar dengan kasus gizi buruk setelah (   ), (   ).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik ibu balita tentang pola makan anak balita 6 – 59 bulan di Posyandu (   ) tahun 2013. Sampel sebanyak 57 orang ibu yang memiliki balita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (45,6 %) dan pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (26,3 %). Sikap positif  se-banyak 35 orang (61,4 %) dan minoritas sikap negatif sebanyak 24 orang (38,5 %). Sesuai dengan hasil penelitian tersebut Puskesmas diharapkan untuk dapat meningkatkan operasional mengenai pola makan anak balita 6 – 59 bulan dan nantinya dapat dijadikan sebagai bahan masukan penyusunan program di Posyandu.


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENOPAUSE TENTANG PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA MASA MENOPAUSE

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENOPAUSE TENTANG
PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA MASA MENOPAUSE
DI PUSTU SUNGAI MENGKUANG

Latar Belakang : Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2007 menunjukkan, setiap tahun sekitar 25 juta wanita di seluruh dunia diperkirakan mengalami menopause. Perempuan Indonesia yang memasuki masa menopause saat ini sebanyak 7,4% dari populasi. Menopause adalah suatu tingkatan dimana seseorang tidak memiliki siklus menstruasi secara normal.Berdasarkan Survey pendahuluan di Pustu Sungai Mengkuang pada 10 wanita  menopause didapatkan 7 wanita (70%) tidak mengerti tentang menopause, dan 3 wanita (37%) mengerti tentang menopause.

Metode Penelitian : Desain penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pustu Sungai Mengkuang pada bulan Mei sampai Juni 2013. Populasi pada pene-litian ini adalah 37 responden dengan teknik total sampling. Data yang digunakan yaitu data primer dengan cara wawancara menggunakan kuesioner.

Hasil Penelitian : Pengetahuan ibu menopause tentang perubahan-perubahan pada masa menopause di Pustu Sungai Mengkuang yaitu ibu berpengetahuan kurang        sebanyak 32 responden (86,5 %). Ibu berumur 46-50 tahun memiliki pengetahuan   kurang sebanyak 18 responden (48,6 %). Ibu berpendidikan rendah memiliki         pengetahuan kurang sebanyak 15 responden (86,5 %). Ibu rumah tangga memiliki pengetahuan kurang sebanyak 22 responden (59,5 %).


Kata Kunci             : Pengetahuan, Menopause
Daftar Pustaka        : 16 (2006 – 2013)




ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT MOTHER MENOPAUSE
CHANGES AT THE TIME MENOPAUSE

Background: Data World Health Organization (WHO) in 2007 showed, every year approximately 25 million women around the world are expected to experience menopause. Indonesian women are entering menopause today as much as 7.4% of the population. Menopause is a level where a person does not have a normal menstrual cycle. Preliminary investigation based on sub health mengkuang River in 10 postmenopausal women found 7 women (70%) do not know about menopause, and 3 women (37%) know about menopause.

Methods: The study design was descriptive. The research was conducted in Pustu mengkuang River in May to June 2013. The population in this study was 37 respondents with a total sampling technique. The data used yanitu den-gan primary data through interviews using questionnaires.

Results: Knowledge about the menopause mom changes at menopause in Pustu mengkuang River is less knowledgeable mothers were 32 respondents (86.5%). Mothers aged 46-50 years had less knowledge of as many as 18 respondents (48.6%). Educated mothers have less knowledge of as many as 15 respondents (86.5%). Housewives have less knowledge of as many as 22 respondents (59.5%).


Keywords        : Knowledge, Menopause
Literature List   : 16 (2006 – 2013)



HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN  KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA

Latar belakang : Di Indonesia wanita mengalami keputihan ini sangat besar, 75% wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan eropa yang hanya 25% saja. Tujuan dari personal hygiene tentang pergantian pembalut saat menstruasi adalah mencegah terjadinya   infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva. Hasil prasurvei di SMA Negeri 1 Pelepat didapatkan kelas X dan kelas XI yang berjumlah 54 siswi putri yang menderita keputihan.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik  dengan rancangan untuk mengetahui adanya hubungan antara personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri. Populasi berjumlah 54 orang.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa personal hygiene pada remaja putri dengan personal hygiene cukup sebanyak 29 responden (53,7 %). Distribusi frekuensi keputihan pada remaja putri yaitu cukup sebanyak 30 responden (55,6 %). Ada hubungan antara personal hygiene dengan keputihan pada siswa SMA N 1 Pelepat.


Kata Kunci                  : Personal Hygiene, Keputihan
Daftar Pustaka                        : 17 (2002 – 2012)



ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGEWITH THE PERSONAL HYGIENE
 IN ADOLESCENT WHITISH IN SMA

Background: In Indonesia, women experience vaginal discharge is very large, 75% of Indonesian women experience vaginal discharge surely at least one time in his life. This figure contrasts sharply with theEuropeans only 25% only. The purpose of the personal hygiene of the turn of the pads during menstruation is to prevent infection of the vulva and vulvarhygiene. Prasurvei results in SMA Negeri 1 Pelepat obtainedin class X and XIclasses totaling 54students who sufferwhitish daughter.

Methods used in this study is an analytic design to determine the relationship between personal hygiene with vaginal dischargein young girls. Population of 54 people.

Results: The obtained results that personal hygiene in young women withenough personal hygiene by 29 respondents (53.7%). Keputi-han frequencydistribution in adolescent girls are quite as many as 30respondents (55.6%). There is a relationship between personal hygiene with whitishon N 1 Pelepat high school students.


Keywords                    :
Personal Hygiene, Whitish
Literature List              : 17 (2002 – 2012)



HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI

ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI

Latar belakang : Anemia merupakan suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Kadar hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Di Indonesia, pemerintah melakukan program suplementasi gratis pada ibu hamil melalui Puskesmas dan Posyandu, dengan  menggunakan tablet besi folat. Berdasarkan data ibu hamil yang didapat dari Puskes-mas Kuamang Jaya pada tahun 2010 di (   ) yang tidak mendapatkan pemberian tablet zat besi sebanyak 31,2% ibu hamil, terjadi peningkatan pada tahun 2011 sebanyak 35,9% ibu hamil dan tahun 2012 sebanyak 46,1% ibu hamil.

Metode Penelitian : Yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, peneliti hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja.

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa Pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Desa Danau yaitu pengetahuan kurang sebanyak 27 responden (50 %). Kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi di Desa Danau yaitu sebanyak 46 responden   (85,2 %) yang patuh mengkonsumsi tablet besi selama kehamilan. P-value = .241   maka tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang anemia  dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi.


Kata Kunci             : Pengetahuan, Anemia, Kepatuhan
Daftar Pustaka        : 17 (2000 – 2012)



ABSTRACT

RELATED KNOWLEDGE OF COMPLIANCE WITH ANEMIA PREGNANT WOMEN EAT IRON TABLET

Background : Anemia is a medical condition in which the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal. Normal levels of hemoglobin is generally different in males and females. In Indonesia, the government did supplementation program free of charge to pregnant women through health centers and integrated health, with the use of iron folate tablets. Based on data obtained from pregnant women PHC Kuamang Jaya in 2010 in the village (   ) who did Fe at 31.2% of pregnant women, as many as 35.9% in 2011 and by 2012 as much as 46.1%.

Methods : Used in this study was a cross sectional analytic approach, the researchers only make observations and measurements of variables at a particular time

Results : The obtained results that maternal knowledge of anemia in which knowledge about Lake Village 27 respondents (50%). Compliance pregnant women consuming iron tablets in Lake Village is as much as 46 respondents (85.2%) were adherent consuming iron tablets during pregnancy. P-value = .241 then there is no significant correlation between maternal knowledge of anemia in pregnant women consuming compliance iron tablets.


Keywords             : Knowledge, Anemia, Compliance
Literature List        : 17 (2000 – 2012)


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI


Latar belakang : Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkem-bangan seseorang. Jumlah bayi di Indonesia 4.372.600 jiwa dari 21.805.008 balita atau 20,05%. Pijat pada bayi dapat bermanfaat untuk merangsang syaraf motorik, memperbaiki pola tidur, membantu pencernaan dan meningkatkan ketenangan emosional pada bayi. Survey yang penulis lakukan di Desa Sido Rejo melalui wawancara dengan 5 orang ibu yang mempunyai bayi, 4 diantaranya tidak menge-tahui tentang pijat bayi, dan hanya 1 ibu yang mengetahui tentang manfaat pijat bayi.

Metode Penelitian : Yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif  yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di (   ). Sampel yang digunakan sebanyak 35 orang .

Hasil Penelitian : Didapatkan hasil bahwa Ibu berpengetahuan kurang sebanyak 28 responden (80,0). Ibu berumur 20-35 tahun memiliki pengetahuan kurang se-banyak 25 responden (71,4 %). Ibu tidak bekerja memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 responden (74,3 %).

Kata Kunci             : Pengetahuan, Pijat bayi
Daftar Pustaka        : 15 (2001 – 2013)



ABSTRACT

OVERVIEW OF KNOWLEDGE OF INFANT MASSAGE


Back ground : Infancy is a critical period of the golden age as well as the development of a person. Number of infants in Indonesia soul of 4.3726 million or 20.05% 21,805,008 toddler. Infant massage can be beneficial to stimulate the motor nerves, treat mend sleep patterns, aid digestion and boost the emotional tranquility in infants. Survey conducted by the author in the village of Sido 5 rejo through interviews with mothers who have babies, 4 of them did not know about baby massage, and only one mother who knows about the benefits of infant massage.

Research Methods : used in this study is descriptive aims to reveal the knowledge of mothers about infant massage in the village of (   ). Samples used as many as 35 people.

Research Results : The obtained results that Mrs. less knowledgeable many as 28 respondents (80.0). Mothers aged 20-35 years had less knowledge of as many as 25 respondents (71.4%). Mothers do not work have less knowledge of as many as 26 respondents (74.3%).

Keywords             : Knowledge, infant massage
Literature List        : 15 (2001 – 2013)



HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA

ABSTRAK

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS
GIZI PADA BALITA

Latar Belakang : Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan dapat pula menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan. Data Dinkes Provinsi Jambi pada laporan akhir tahun 6 Januari 2009, menyatakan Status gizi balita di Pro-vinsi Jambi dari tahun 2006 s.d. 2008 mengalami peningkatan. Berdasarkan   survey awal yang dilakukan oleh peneliti di Desa Sepunggur terdapat 7 orang ibu yang mempunyai balita dengan gizi kurang sebanyak 5 orang, dan 2 orang ibu yang     mempunyai balita dengan gizinya baik.

Metode Penelitian : yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik dengan rancangan untuk mengetahui adanya hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan pemberian gizi pada balita. Pendekatan cross Sectional dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebesar 68 orang.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa Ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif se-banyak 34 responden (50,0 %). Status gizi balita di Desa Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko yaitu sebagian besar status gizi balita kurang sebanyak 35 responden (51,5 %). Ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan status gizi pada balita Desa Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko Kabupaten Bungo tahun 2013

Kata Kunci : ASI Ekslusif, Status Gizi
Daftar Pustaka : 13 (2006 – 2012) 




ABSTRACT

EXCLUSIVE BREASTFEEDING RELATIONSHIP WITH STATUS
NUTRITION TO CHILDREN

Background : Nutrition plays an important role in the human life cycle. Malnutrition in pregnant women can cause Low Birth Weight (LBW) and can also lead to a reduction in IQ. Data Jambi Provincial Health Office at the year-end report January 6, 2009, stating the nutritional status of children under five in Jambi Province in 2006 through 2008 has increased. Based on the initial survey conducted by researchers at the Village Sepunggur there are 7 mothers who have infants with malnutrition as many as 5 people, 2 people and mothers with toddlers with good nutrition.

Methods : used in this study is an analytic design to investigate the association between exclusive breastfeeding by providing nutrition to infants. Cross sectional approach using accidental sampling technique with a sample size of 68 people.

Results : The obtained results that a mother who does not give exclusive breastfeeding as much as 34 respondents (50.0%). Nutritional status of children in the village of Ba-thin Sepunggur District II Babeko the most nutritional status of children less than 35 respondents (51.5%). There is a relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status in infants Sepunggur Village District II Babeko Bathin Kabupaten Bungo in 2013

Keywords : Exclusive breastfeeding, Nutrition
Literature List : 13 (2006 – 2012)



GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI
TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM 

Latar belakang : Menurut WHO ( World Health Organization ) Expert Commite tahun 1970 KB adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami isteri untuk, mendapatkan objektif-objektif tertentu. Peserta KB baru secara nasional sampai dengan bulan April 2012 sebanyak 2.811.871 peserta, IUD (7,39%), MOW (1,56%), 7.390 peserta MOP (0,26%), kondom (6,3%), implant (8,32%), suntikan (49,38%), dan pil (26.79%). Kondom merupakan se-lubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan di antaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual.

Metode Penelitian : yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan melihat gambaran terhadap sekumpulan objek yang biasanya bertujuan melihat gambaran fenomena yang terjadi dalam suatu populasi tertentu. Dengan metode random sampling dengan sampel sebanyak 79            responden.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi kondom di Kampung Pasar Senamat Kabupaten Bungo tahun 2013 yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 34 responden (43 %). Distribusi frekuensi sikap suami tentang alat kontrasepsi kondom     di Kampung Pasar Senamat Kabupaten Bungo tahun 2013 yaitu sebagian besar   memiliki sikap positif sebanyak 44 responden (55,7 %).


Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kondom
Daftar Pustaka : 21 (2002 – 2012)



ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF HUSBAND
ABOUT CONTRACEPTION CONDOMS

Background: According to WHO (World Health Organization) Expert Committee 1970 KB is an action that helps an individual or married couple to, get an objective-specific objective. New planning participants nationwide until April 2012 to reach 2,811,871 participants, IUD (7.39%), MOW (1.56%), 7,390 participants MOP (0.26%), condoms (6.3%), implants (8.32%), injection (49.38%), and the pill (26.79%). Condoms are se-lubung/sarung rubber that can terbaut of various materials including latex (rubber), plastic (vinyl), or natural material (animal production) are mounted on the penis during intercourse.

Methods: This is used in this research is descriptive qualitative, ie by looking at the picture of the set of objects which normally examines the picture of the phenomena occurring in a given population. With a random sampling method with a sample of 79 respondents.

Results: The obtained results that the frequency distribution of husband's knowledge about contraception condoms in Kampung Senamat Market Bungo in 2013 the most knowledgeable enough as many as 34 respondents (43%). Husband's attitude about the frequency distribution of contraceptives condoms in Kampung Senamat Market Bungo in 2013 that most have a positive attitude as much as 44 respondents (55.7%).


Keywords : Knowledge, Attitude, Condom
Literature List : 21 (2002 – 2012)


GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN DI SMA 11

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG
PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN DI SMA 11

Latar belakang : anemia merupakan kelanjutan dampak dari kurang zat gizi besi Makro pada (karbohidrat, protein,lemak) dan kurang zat mikro (vitamin,Mineral). Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia masih cukup tinggi, Berdasarkan survey nasional tahun 1995, prevalensi anemia pada remaja putri Adalah sebesar 57,1%    prevalensi anemia pada kelompok usia 5-14 tahun cukup Tinggi dibanding kelompok umur yang lain yaitu sebesar 28,3%. Hasil beberapa penelitian didapatkan sekitar 41,4%-66,7 remaja putri di Indonesia  menderita Anemia. 

Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskritif dengan menggunakan data primer dengan total sampel 71 orang remaja putri di SMAN 11 (   ).

Hasil Penelitian : Dari hasil  yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 mengenai gambaran pengetahuan remaja putrid tentang pemeriksaan haemoglobin di SMAN 11 Tegal Arum Kabupaten Tebo dapat disimpulkan sebagai berikut pengetahuan remaja putrid tentang pemeriksaan haemoglobin di SMAN 11 Tegal Arum menunjukkan    kategori baik yaitu : 41 orang (47,7%), Sikap remaja putri tentang pemeriksaan    haemoglobin di SMAN 11 Tegal Arum menunjukkan kategori positif yaitu : 41 orang 58 (81,7%) dan hasil pemeriksaan haemoglobin kategori tidak anemia 53 (74,65%).

Kata Kunci : Pengetahuan, anemia
Daftar Pustaka : 15 (2002-2012)



ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF ADOLESCENT
 HAEMOGLOBIN EXAMINATION IN SMA 11

Background: anemia is a continuation of the impact less on the macro nutrients iron (carbohydrate, protein, fat) and less Micronutrients (vitamins, mineral). The prevalence of anemia in adolescents in Indonesia is still quite high, Based on a national survey in 1995, the prevalence of anemia in adolescent girls is the prevalence of anemia was 57.1% in the age group 5-14 years High enough compared to other age groups in the amount of 28.3%. Results of several studies found about 41.4% -66.7 girls in Indonesia suffer from anemia.

Methods: This research is descriptive by using primary data with a total sample of 71 young people in SMAN 11 (   ).

Results: From the results conducted in May-June 2013 regarding our knowledge about the teenage daughter hemoglobin checks in SMAN 11 Tegal Arum Tebo regency knowledge can be summarized as follows teenage daughter about checking hemoglobin in SMAN 11 Tegal Arum showed both categories, namely: 41 people (47.7%), attitude of examination girls hemoglobin in SMAN 11 Tegal Arum showed positive categories, namely: 41 58 (81.7%) and the test results are not anemic hemoglobin categories 53 (74.65%).


Keywords : Knowledge, Anemia
Literature List : 15 (2002-2012)



GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI IUD

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI IUD

Latar belakang : Pelayanan KB di Indonesia masih tetap mengacu pada sistem  kafetaria yang memberi keleluasaan kepada peserta KB untuk memilih jenis alat kontrasepsi sesuai dengan keinginan masing – masing peserta. Menurut SDKI  2007 pemakaian metode kontrasepsi suntik memperlihatkan kecenderungan peningkatan sebaliknya pemakaian metode kontrasepsi IUD cenderung menurun dari waktu ke waktu. Pemakaian metode IUD tahun 1991 sebesar 13,3 %, 1994 menjadi 10,3 %, 1997 menjadi 8,1 %, 2003 menjadi 6,2 % dan 2007 hanya 4,9 %.

Metode Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  pengetahuan ibu tentang kontrasepsi IUD di desa Karang Dadi Wilayah Kerja Puskesmas Ali Ilir Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Tahun 2013. Penelitian ini adalah Deskriptif yaitu untuk membuat gambaran dan deskripsi ten-tang suatu keadaan bersifat objektif tanpa menganalisa lebih lanjut dan menggu-nakan data primer dengan pengambilan sampel 54 sampel ibu yang menggunakan      kontrasepsi.

Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian,berdasarkan penelitian pengetahuan ibu tentang kontrasepsi IUD mayoritas 33 (61,1 %) berpengetahuan cukup,17 (13,4) ibu yang berumur 20 – 35 tahun dengan berpengetahuan cukup,26 (48,1%) ibu yang bekerja sebagai petani berpengetahuan cukup,15 ( 29,6%) ibu yang mayoritas berpendidikan SMA berpengetahuan cukup.

Kata Kunci : KB, Kontrasepsi, IUD
Daftar Pustaka : 15 (2000-2011)



ABSTRACT

DESCRIPTION KNOWLEDGE OF MOTHER ABOUT CONTRACEPTION 
IUD ON WORKING

Background: Family planning services in Indonesia is still referring to the cafeteria system that allows the participants to select the type of family planning contraceptives in accordance with their wishes - each participant. According to the 2007 IDHS use of injectable contraceptive method showed the opposite trend of increased use of contraceptive methods, IUDs tend to decline over time. Use of IUD method of 13.3% in 1991, to 10.3% in 1994, to 8.1% in 1997, to 6.2% in 2003 and 2007 only 4.9%.

Methods: This study aims to describe the mother's knowledge about contraceptive IUD in the village of Karang Dadi Work Area Health Center District Rimbo Ilir Ilir Ali Tebo regency in 2013. This is a descriptive study is to create a picture and a description about a situation is objective without further analyzing and using primary data nWill sampling 54 samples of mothers who use contraception.

Results: From the results of the research, based on studies of mothers' knowledge of contraceptive IUD majority 33 (61.1%) knowledgeable enough, 17 (13.4) mothers aged 20-35 years with knowledgeable enough, 26 (48.1%) mothers are knowledgeable enough to work as a farmer, 15 (29.6%) mothers had high school the majority of knowledgeable enough.

Keywords : Family Planning, Contraception, IUD
Literature List : 15 (2000 – 2011)



GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG SUSU FORMULA DAN PRAKTIK PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU  TENTANG SUSU FORMULA DAN 
PRAKTIK PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 
6 – 12 BULAN

Latar Belakang : AKB yang diakibatkan diare di negara berkembang lebih cenderung terjadi pada bayi yang mendapatkan susu formula dibandingkan bayi yang menda-patkan ASI. Dilihat dari kelompok umur diare terbesar di semua kelompok umur den-gan prevalensi tertinggi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%. Faktor itu yang pal-ing banyak menyebabkan diare pada balita adalah pada saat penyapihan, karena pada saat ini balita diberi susu formula atau makanan tambahan yang kurang higienis. Untuk berperilaku sehat diperlukan 3 hal yaitu pengetahuan yang tepat, sikap, motivasi, persepsi dan keterampilan untuk berperilaku sehat. 

Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pende-katan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6 - 12 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rimbo Bujang II Ka-bupaten Tebo Tahun 2013 dari bulan Januari - April tahun 2013 yaitu sebanyak 907 bayi. Sampel dalam penelitian diambil secara accidental sampling sebanyak 90 orang. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner pada bulan Juni 2013. Analisa data ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi.

Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar Ibu berpenge-tahuan kurang yaitu 44 orang (48,9%) dan sebagian besar Ibu memiliki sikap yang ne-gatif sebesar 54 orang (60%) tentang susu formula dengan praktik pemberian susu formula pada bayi Usia 6 - 12 bulan di  Kelurahan Wirotho Agung Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Bujang II Kabupaten Tebo tahun 2013.


Kata Kunci : Pengetahuan, Susu Formula
Daftar bacaan : 18 (2000-2012)




ABSTRACT

OVERVIEW OF KNOWLEDGE OF THE PRACTICES GIVING MILK FORMU-LA
MILK IN INFANT FORMULA AGE 6-12 MONTHS



Background : IMR caused diarrhea in developing countries are more likely to occur in infants who received formula milk than breast-fed infants. Seen from diarrhea largest age group in all age groups with the highest prevalence in children under five (1-4 years) is 16.7%. Factors that are most likely to cause diarrhea in infants is at weaning, because at this time infants fed formula or food additives are less hygienic. Healthy behaviors required for 3 things: the right knowledge, attitude, motivation, perception and skills for healthy behavior

Research methods : Type of study is a descriptive cross-sectional approach. The popu-lation in this study were all mothers with infants aged 6-12 months who are in the Puskesmas Rimbo Bujang II Tebo regency in 2013 than in January-April of 2013 as many as 907 babies. The samples taken by accidental sampling as many as 90 people. Data were collected using a questionnaire in June 2013. Analysis of the data shown in the frequency distribution table.

Research : The result showed that most of the less knowledgeable mother is 44 people (48.9%) and most of the mother has a negative attitude by 54 people (60%) of formula milk with formula feeding practices in infants age 6-12 months in Wirotho General Work Area Urban Village Health Center II RimboBujang Tebo regency in 2013.


Keyword : Knowledge, Formula Milk
Literature list : 18 (2000-2012)


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BALITA

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH
KEMBANG BALITA

Latar Belakang : Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Pemantauan pertumbuhan merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan setiap bulan, Pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS), penilaian status pertumbuhan berdasarkan kenaikan berat badan, tindak lanjut setiap kasus gangguan pertumbuhan dan tindak lanjut setiap kebijakan ditingkat masyarakat serta meningkatkan motivasi untuk memberdayakan masyarakat.

Metode Penelitian : Penelitian bersifat deskriptif  dengan Mengunakan Data Primer dengan Total Sampel 82 Orang Ibu yang Mempunyai Balita Di Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan cross sectional.

Hasil Penelitian : dari 82 responden sebagian besar pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita di desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo ilir Kabupaten Tebo yang baik sebahagian besar adalah ibu yang berumur 20-35 tahun yaitu 30 orang (28,1%), berpendidikan Tinggi yaitu 39 orang (47,6%) pekerjaannya sebagai IRT  yaitu 39 orang (47,5%).


Kata Kunci : Pengetahuan, Tumbuh Kembang Balita
Daftar Pustaka : 18 ( 2006 -2012 )




ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT MOTHER PLANT  
TODDLER EXPANDS IN BAY PRIMARY MARKET


Background: Monitoring growth is one activity that focuses on prevention efforts and increase child nutrition situation. Monitoring growth is activity network consisting of child growth assessment on a regular basis through monthly weighing, filling Cards Going Healthy (KMS), based on the increase in growth status assessment heavy body, follow every case of growth disturbance and follow-up of each society and inculcating scalable policy motivation to empower the community.

Research methods: descriptive study with Primary Data use With Total Sample 82 The Mother of Toddler Who Has The Low Bay Country Market Tebo Ilir regency District Tebo. The approach used is a cross-sectional approach.

Results: The majority of the 82 respondents mothers' knowledge of growth and development of young children in the village of Low Bay Market District ilir Tebo Tebo regency are by and large are good mothers aged 20-35 years is 30 people (28.1%), educated Height at 39 people (47.6%) work as IRT is 39 people (47.5%).


Keywords : Knowledge, Growing Toddler
Literature List    : 18 (2001 -2012)



GAMBARAN PENGETAHUAN DAN JENIS KELAMIN LANSIA YANG MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN JENIS KELAMIN  LANSIA YANG 
MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA


Latar Belakang: Dari sensus tahun 2011 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) seluruh Indonesia berjumlah 237.641.326 jiwa dengan jumlah penduduk lansia 18.118.699 jiwa. Di Provinsi Jambi tercatat 261.680 jiwa merupakan lansia dengan total penduduk 309.265 jiwa. Di Kabupaten (   ) tahun 2012    jumlah penduduk lansia sebanyak 12.738 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 9.892 (77,70%). Di Puskesmas Pematang Kandis tahun 2012    jumlah lansia 7.348 yang mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 2.131 (29,00%).

Metodologi penelitian: Penelitian dilakukan dengan rancangan deskriptif. Sampel yang diteliti 73 orang di (   ). Penelitian dilakukan pada bulan November 2012 sampai dengan Juni 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara melalui kuesioner.

Hasil penelitian: Berdasarkan pengetahuan sebagian besar lansia tidak memanfaatkan posyandu lansia yaitu 63 orang (80,30%). Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 45 orang (71%). 


Kata Kunci : Pengetahuan, Jenis Kelamin
Daftar Pustaka : 16 (2003-2012)

ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE AND GENDER OF ELDERLY IN VIL-LAGES UTILIZING POSYANDU IN WORK AREA

Background: From the 2011 census conducted by the Central Statistics Agency (BPS) throughout Indonesia amounted to 237 641 326 inhabitants with a population of 18,118,699 souls elderly. In Jambi province recorded 261 680 people is elderly with a total population of 309 265 inhabitants. In Merangin District in 2012 as the elderly population 12 738 people who get health care as much as 9,892 (77.70%). At the health center in 2012 Berm Kandis 7348 the number of elderly who receive health care as much as 2,131 (29.00%).

Methodology of the study: The study was conducted with descriptive design. Samples studied 73 people in the Village District Causeway (   ). The study was conducted in November 2012 until June 2013. The data was collected through a questionnaire by interview.

Results: Based on the knowledge of the majority of elderly people do not take advantage of the elderly posyandu 63 people (80.30%). By sex boy 45 people (71%).


Keywords : Knowledge, Gender
Literature List : 16 (2003-2012)



HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG DIARE PADA BALITA

ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG DIARE PADA BALITA

Latar Belakang : Angka kematian global untuk anak di bawah lima tahun telah menurun dengan rata – rata 2,5 % setiap tahun selama dua dekade terakhir. Hampir 75 % dari kematian anak disebabkan oleh enam penyebab salah satunya yaitu diare. Diare adalah salah satu dari gangguan kesehatan yang mengganggu sistem pencernaan dan berpotensi menurunkan kualitas hidup. Berdasarkan data yang diperoleh dari 18 Puskesmas(   ), Puskesmas Lubuk Landai merupakan Puskesmas yang kejadian diarenya sangat tinggi dibandingkan Puskesmas yang lainnya. Dimana jumlah kasus diare pada tahun 2011 sebanyak 579 balita (14,08 %). Sedangkan pada tahun 2012 jumlah penderita diare sebanyak 461 balita

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik yaitu peneliti hanya tidak akan mendeskripsikan saja tetapi sudah menganalisis hubungan antar variabel dan   disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.

Hasil : Ibu berpengetahuan kurang sebanyak 41 responden (43,6 %). Sebagian besar Ibu yang memiliki sikap negatif sebanyak 60 responden (63,8 %). Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas (   ) tahun 2013.Tidak ada hubungan antara sikap ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Lubuk Landai Kabupaten Bungo tahun 2013.

Kata Kunci : Balita, Diare
Daftar Pustaka : 16 (2007 – 2013)




ABSTRACT

RELATED KNOWLEDGE AND ATTITUDE MOTHER CHILDREN DIARRHEA IN CHILDREN HEALTH CENTER

Background: The global mortality rate for children under five years has declined with - average 2.5% per year over the last two decades. Nearly 75% of child deaths are caused by one of the six causes of diarrhea. Diarrhea is one of the health problems that interfere with the digestive system and potentially lower quality of life. Based on data obtained from 18 health centers in (  ) district, health center is a Health Center Ramps Lubuk the very high incidence of diarrhea compared to other health centers. Where the number of cases of diarrhea in children under five by 2011 as many as 579 (14.08%). Whereas in 2012 the number of children under five with diarrhea as much as 461

Methods used in this study is the analytic researchers will not only describe but has also analyzed the relationship between variables and frequency distributions are presented in the table.

Results: A total of 41 mother knowledgeable respondents (43.6%). Most of the mother who has a negative attitude as much as 60 respondents (63.8%). There was no association between maternal knowledge with the incidence of diarrhea in infants in (   ) 2013.Tidak year was no relationship between maternal attitudes with the incidence of diarrhea in infants in Puskesmas Lubuk Ramps Bungo in 2013.

Keywords : Toddlers, Diarrhea
Literature List : 16 (2007 – 2013)


Monday, November 3, 2014

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM)

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG BALITA BAWAH GARIS 
MERAH (BGM)

Latar belakang : Di Indonesia masih terdapat balita dengan gizi kurang dan gizi buruk. Pada tahun 2011 total balita di Indonesia sebanyak 23.009.0874 balita, sebanyak       4,9 % balita mengalami gizi buruk, sebanyak 13 % balita dengan gizi kurang.        Berdasarkan data cakupan penimbangan balita yang diperoleh dari Puskesmas (   ) pada tahun 2012  sebanyak 5.904 balita, dari jumlah    tersebut cakupan balita dengan BGM sebanyak 385 balita dengan persentase 6,52 % dan balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 8 balita dengan persentase 0,135 %. Faktor-faktor tersebut sangat terkait dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan    keterampilan keluarga.

Metode : yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu peneliti hanya akan mendeskripsikan variabel tertentu dan disajikan dalam tabel distribusi   frekuensi. Penelitian ini dilakukan di Puskemas Rantau Keloyang pada bulan          De-sember sampai dengan Juni 2013 dengan sampel sebanyak 98 orang.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa mayoritas dengan pengetahuan cukup      sebanyak 45 responden (45,9 %). Ibu dengan umur 20 – 35 tahun berpengetahuan cu-kup sebanyak 42 responden (42,9 %). Ibu berpendidikan tinggi dengan pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (25,5 %). Ibu yang tidak bekerja memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 28 responden (28,6 %).


Kata Kunci : Balita, Bawah Garis Merah
Daftar Pustaka : 14 (2005 – 2013)




ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT CHILDREN BELOW THE LINE
RED (BGM) 

Background: In Indonesia, there is still a toddler with poor nutrition and poor nutrition. In 2011 a total of toddler in Indonesia as a toddler 23.009.0874, as much as 4.9% under five are malnourished, as much as 13% of infants with malnutrition. Based on the child's weight coverage data obtained from Puskesmas (   ) in 2012 as many as 5,904 infants, toddlers scope of this amount by as much as 385 BGM toddler with 6.52% and the percentage of children under five suffering severe malnutrition as much as 8 toddlers with 0.135% percentage. These factors were strongly associated with the level of education, knowledge and skills of the family.

Methods used in this research is descriptive qualitative researchers will describe only certain variables and frequency distributions are presented in the table. The research was carried out in health centers in Rantau Keloyang De-cracked up to June 2013 with a sample of 98 people.

Results: The obtained results that the majority with enough knowledge as much as 45 respondents (45.9%). Mother by the age of 20-35 years knowledgeable enough as many as 42 respondents (42.9%). Educated mothers with sufficient knowledge of as many as 25 respondents (25.5%). Mothers who do not have enough knowledge to work as many as 28 respondents (28.6%).


Keywords : Toddlers, Down Red Line
Literature List : 14 (2005 – 2013)





GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI
MENYUSU DINI PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

Latar Belakang : Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya. Upaya meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya ASI ekslusif masih dirasa kurang. Pemberian ASI di Indonesia saat ini mempriha-tinkan, persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 %. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relatif rendah.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan fenomena yang    terjadi didalam masyarakat. Dengan teknik total sampling menggunakan         pendekatan cross Sectional dengan sampel sebanyak 36 responden. 

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa ibu berpengetahuan cukup sebanyak 147 responden (47,2%). Ibu berumur 20-35 tahun dengan pengetahuan kurang        sebanyak 15 responden (41,7 %). Ibu berpendidikan SD dengan pengetahuan   kurang sebanyak 12 responden (33,3 %). Ibu yang bekerja sebagai IRT dengan   pengetahuan kurang sebanyak 9 responden (25 %).


Kata Kunci : Ibu Hamil, Inisiasi Menyusui Dini
Daftar Pustaka : 18 (2007 – 2012)





ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN INITIATION
BREASTFEEDING IN PREMATURE NEWBORN 

Background: Breastfeeding in Indonesia has not been fully implemented. Efforts to improve breastfeeding behaviors in women who have babies in particular exclusive breastfeeding is still deemed less. Breastfeeding in Indonesia today mempriha-tinkan, the percentage of infants exclusively breastfed up to 6 months is only 15.3%. This is due to public awareness in promoting breastfeeding is still relatively low.

Methods: This is used in this research is descriptive research is a study conducted to describe the phenomenon that occurs in society. With a total sampling technique using cross-sectional approach with a sample of 30 respondents.

Results: The obtained results that Mother knowledgeable enough total of 147 respondents (47.2%). Mothers aged 20-35 years with less knowledge as much as 15 respondents (41.7%). SD educated mothers with less knowledge of as many as 12 respondents (33.3%). Mother who worked as an IRT with less knowledge were 9 respondents (25%).


Keywords : Pregnant Women, Early Initiation of Breastfeeding
Literature List : 18 (2007 – 2012)



HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PARTUS

ABSTRAK

HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PARTUS
LAMA

Latar Belakang : Menurut perkiraan dari 210 juta ibu hamil terdapat 8 juta ibu hamil yang mengalami komplikasi sehingga dapat mengancam jiwanya saat     persalinan. Partus lama merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan mortalitas dan morbiditas pada ibu bersalin. Partus lama terjadi apabila persalinan berlangsung lebih dari 24 jam pada primipara dan lebih dari 18 jam pada         multipara. Kehamilan di umur kurang dari 20 tahun bisa menimbulkan masalah, karena kondisi fisik belum siap. Pada bulan Mei – Juni jumlah ibu bersalin        sebanyak 79 orang ditemukan sebanyak 26 ibu bersalin yang mengalami partus lama.

Metode Penelitian : yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik yaitu     peneliti tidak hanya mendeskripsikan saja tetapi juga menganalisis hubungan   antar variabel dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini        dilakukan di RSUD (   ) pada bulan Juni 2013 dengan    sampel sebanyak 66 orang.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa sebagian besar umur ibu tidak berisiko      sebanyak 51 responden (77,3 %). Ibu dengan paritas < 3 anak sebanyak 48      responden (72,7 %). Tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian partus   lama di RSUD (   ) Tahun 2013. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian partus lama di RSUD H. Hanafie Kabupaten Bungo     Tahun 2013.

Kata Kunci : Umur, Paritas, Partus Lama
Daftar Pustaka : 17 (2006 – 2013)

ABSTRACT

RELATIONSHIP OF MOTHER AGE AND PARITY WITH INCIDENT PROLONGED LABOR

Background: According to the estimate of 210 million pregnant women are 8 million pregnant women have complications that can be life-threatening during childbirth. Prolonged labor is one factor that often leads to maternal mortality and morbidity in maternity. Prolonged labor occurs when the delivery takes more than 24 hours in primiparous and more than 18 hours in multipara. Pregnancy at age less than 20 years could cause an issue, because the physical condition is not yet ready. In the month of May-June number of women giving birth as many as 26 of 79 people found the maternal experience prolonged labor.

Methods: This is used in this study is that researchers are not only analytical but also describe the relationship between the variables analyzed and presented in a frequency distribution table. The research was conducted at the Hospital  (   ) June 2013 with a sample of 66 people.

Results: The obtained results that the majority of maternal age risk not as many 51 respondents (77.3%). Mothers with parity <3 children 48 respondents (72.7%). There is no relationship between age and incidence of prolonged labor in hospitals (   ) in 2013. There is a relationship between parity with the incidence of prolonged labor in hospitals H. Hanafie Bungo in 2013.

Keywords : Age, Parity, Prolonged Labor
Literature List : 17 (2006 – 2013)



FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA

ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA

Latar Balakang : ISPA merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian balita              di dunia. Pada tahun 2008, sebanyak 3.460.000 balita (6,1 %) meninggal dunia        diakibatkan oleh ISPA. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada balita. Survei awal yang dilakukan pada bulan Januari 2013(   ), dimana hasil observasi dari 378 balita yang datang ke Puskesmas terdapat 134 balita yang mengalami ISPA dengan persentase 35,45 %.

Metode : yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik yaitu peneliti hanya tidak akan mendeskripsikan saja tetapi sudah menganalisis hubungan antar variabel dan   dis-ajikan dalam tabel distribusi frekuensi.

Hasil : didapatkan hasil bahwa distribusi frekuensi bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 44 responden (50,6 %). Distribusi       frekuensi bahwa sebagian besar responden memiliki gizi yang baik sebanyak 46     responden (52,9 %). Distribusi frekuensi bahwa sebagian besar responden memiliki ekonomi miskin sebanyak 49 responden (56,3 %). Ibu yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 44 responden (50,6 %) dengan kejadian balita tidak mengalami ISA sebanyak 37 balita (42,5 %). Balita gizi kurang dengan kejadian tidak ISPA sebanyak 35 balita (40,2 %). Ibu ekonomi miskin dengan kejadian tidak ISPA sebanyak 37    balita (42,5 %).


Kata Kunci : Balita, ISPA
Daftar Pustaka : 18 (2002 – 2013)




ABSTRACT

FACTORS RELATED TO THE INCIDENT ON CHILDREN

Background : ARI is one of the top ten causes of infant mortality in the world. In 2008, as many as 3.46 million children under five (6.1%) died due to respiratory infection. Acute Respiratory Infection (ARI) is a major health problem in Indonesia because of the high incidence of respiratory infections, especially in infants. Initial survey conducted in January 2013 (   ) Health Center I, where the results of observations of 378 toddlers who come to the health center there are 134 children under five suffering ISPA with a percentage of 35.45%.

Methods : used in this study is the analytic researchers will not only describe but has also analyzed the relationship between variables and dis-ajikan in the frequency distribution table.

Results : The frequency distribution showed that the majority of respondents have sufficient knowledge of as many as 44 respondents (50.6%). Frequency distribution that most respondents have good nutrition as much as 46 respondents (52.9%). Frequency distribution that most respondents have a poor economy by 49 respondents (56.3%). Mothers who have sufficient knowledge of as many as 44 respondents (50.6%) with an incidence toddlers do not experience as many as 37 infants ISA (42.5%). Incidence of underweight children under five with ARI not as many as 35 infants (40.2%). Mothers with a poor economy is not ARI events as much as 37 infants (42.5%).


Keywords : Toddlers, ISPA
Literature List : 18 (2002 – 2013)


GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG 
KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI

Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual. Tingginya kehamilan tidak diinginkan (KTD) erat kaitannya dengan aborsi. Dari estimasi jumlah aborsi per tahun di Indonesia bisa mencapai 2,4 juta, sekitar 800.000 diantaranya ter-jadi di kalangan remaja. Penyebab hamil di luar nikah di kalangan remaja semakin bervariasi. Di SMAN 1 Jujuhan Rantau Ikil secara keseluruhan, diperoleh data 25% menyatakan bahwa masalah seks itu bukan hal yang tabu, 10% menyatakan tidak per-nah mendapatkan pendidikan seks, 85% menyatakan belum mengetahui tentang kese-hatan reproduksi

Metode penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu seluruh populasi menjadi sampel.

Hasil penelitian:  dapat di simpulkan bahwa sebagian besar siswi berpengetahuan ku-rang sebanyak 23 responden (52,3 %), siswi bersikap positif sebanyak 30 responden (68,2 %). Dari 21 responden berpengetahuan cukup sebagian besar siswi dengan sikap positif sebanyak 16 responden (36,4 %) dan siswi dengan sikap negatif sebanyak 5 responden (11,4 %).

Kata kunci : Kesehatan reproduksi, sikap remaja putri
Daftar pustaka : 11 (2003-2012)




ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF ADOLESCENT GIRLS

Background: Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood, which began at the time of sexual maturity. The high unintended pregnancy (KTD) is closely related to abortion. Of the estimated number of abortions per year in Indonesia could reach 2.4 million, around 800,000 of them occurred among teenagers. Causes of pregnancy outside marriage among teenagers increasingly varied. At SMAN 1 Jujuhan Overseas Ikil overall, the data obtained 25% stated that the issue of sex was not a taboo, 10% said never get sex education, 85% claimed not to know about reproductive health

Methods: This research bersipat analytic cross sectional approach, with a total sample of 44 people. The sampling technique was spotted sampling the entire population being sampled.

The result: it can be concluded that the majority of students are less knowledgeable many as 23 respondents (52.3%), students are positive by 30 respondents (68.2%). Of the 21 respondents knowledgeable enough most of the students with a positive attitude as much as 16 respondents (36.4%) and students with a negative attitude by 5 respon-dents (11.4%).


Keywords : Reproductive health, Young attitude
Bibliography : 11 (2003-2012)


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG SENAM NIFAS

ABSTRAK

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG SENAM NIFAS

Latar Belakang : Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk   melihat derajat kesehatan perempuan. Senam nifas adalah latihan jasmani yang       dilakukan oleh ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih,       dimana fungsinya adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk      mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah kehamilan.

Metode Penelitian: yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan fenomena yang    terjadi didalam masyarakat. Dengan teknik total sampling menggunakan         pendekatan cross Sectional dengan sampel sebanyak 35 responden.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa ibu berpengetahuan kurang sebanyak 18    responden (51,4%). Ibu berumur 20-35 tahun dengan pengetahuan cukup          sebanyak 14 responden  (40,0 %). Ibu berpendidikan SD dengan pengetahuan  kurang sebanyak 11 responden (31,4%). Ibu yang bekerja sebagai IRT dengan pengetahuan kurang sebanyak 10 responden (28,6 %).


Kata Kunci        : Ibu Nifas, Senam Nifas
Daftar Pustaka   : 18 (2007 – 2012)





ABSTRACT

DESCRIPTION OF KNOWLEDGE ABOUT POSTPARTUM GYMNASTICS

Background : The maternal mortality rate (MMR) is one of the indicators to see the health status of women. Postpartum exercise is physical exercise undertaken by mothers after childbirth after recovering his state, where its function is to restore health, to promote healing, prevent complications, restore and improve the strain on muscles after pregnancy.

Methods : used in this research is descriptive research is a study conducted to describe or illustrate a phenomenon that occurs in society. By using a total sampling with cross-sectional approach with a sample of 35 respondents.

Results : The obtained results that knowledgeable enough mothers were 18 respondents (51.4%). Mothers aged 20-35 years with sufficient knowledge of a total of 14 respondents (40.0%). SD educated mothers with less knowledge of as many as 11 respondents (31.4%). Mother who worked as an IRT with less knowledge of as many as 10 respondents (28.6%).


Keywords        : Postpartum Mothers, Postpartum Gymnastics
Literature List   : 18 (2007 – 2012)




HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC)

ABSTRAK

HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC)

Latar Belakang : Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2011, AKI di Indonesia mencapai 228 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Di-perkirakan 10.500 ibu di Indonesia mati saat melahirkan tiap tahunnya. Pada 2015, AKI ditargetkan turun menjadi 102 kasus per 100.000 kelahiran untuk mencapai     Tujuan Pembangunan Millenium Development Goals (MDGS). Hasil survey awal yang dilakukan di BPS Nurrahmi Desa Senamat Kabupaten Bungo seluruh ibu hamil   tri-mester III yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) sebanyak 9 orang.        4 (10,25%) dari 9 orang ibu hamil trimester III mengaku tidak pernah di antar suami dalam memeriksakan kehamilannya dan satu diantaranya mengaku pernah di antar   suami itu pun sang suami tidak mendampingi sampai pada proses pemeriksaan.

Metode Penelitian : yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, peneliti hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel pada satu saat tertentu saja. Sampel sebanyak 30 responden.

Hasil Penelitian : didapatkan hasil bahwa mayoritas suami memotivasi ibu hamil se-banyak 17 responden    (56,7 %). Ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ANC sebanyak 20 responden (66,7 %). Tidak ada hubungan antara motivasi suami pada ibu hamil trimester III dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) di BPS Nurrahmi Desa Senamat Kabupaten Bungo tahun 2013.


Kata Kunci        : Motivasi, Suami, Antenatal Care
Daftar Pustaka   : 17 (2002 – 2012)



ABSTRACT

RELATIONSHIP HUSBAND ON MOTIVATION III TRIMESTER PREGNANT WOMEN ANTENATAL VISIT WITH CARE (ANC)

Background : According to data from the Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) in 2011, the maternal mortality rate in Indonesia reached 228 cases per 100,000 live births. Estimated at 10,500 mothers die in childbirth in Indonesia each year. In 2015, MMR is targeted to fall to 102 cases per 100,000 births to achieve the Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs). The results of the initial survey conducted in the village of BPS Nurrahmi Senamat Bungo all pregnant women trimester III who visited antenatal care (ANC) by 9 people.               4 (10.25%) of 9 third trimester pregnant women admitted never in between checkups and husband in one of them claimed to have in between the husband and the husband was not at his side until the examination process.

Method : This is used in this study is cross sectional analytic approach, the researchers only observation and measurement of variables at a particular time. Sample of 30 respondents.

Results : The obtained results that the majority of pregnant women to motivate husbands as much 17 respondents (56.7%). Pregnant women who are not ANC visit as many as 20 respondents (66.7%). There is no relationship between motivation husband in third trimester pregnant women with visits Antenatal Care (ANC) in BPS Nurrahmi Bungo Senamat village in 2013.


Keywords        : Motivation, husband, Antenatal Care
Literature List   : 17 (2002 – 2012)




CHANNEL TV

 
Top